Jumat, 22 November 2013

How To Change A Lazy Employee To Be Dilligent One







·        Background Of The Problem

Rasa malas adalah salah satu musuh terbesar dalam mencapai batas impian atau kita sederhanakan dalam kata sukses. Kesuksesan adalah suatu hal yang diidam-idamkan oleh setiap orang, termasuk oleh para karyawan. Namun dalam praktek dilapangan seringkali kita temui kinerja karyawan yang tidak maksimal dan bermalas-malasan dalam tupoksi di bidangnya. Hal ini akan sangat berdampak pada siklus kerja yang semakin tidak membaik dan akan berimplikasi pada pencapaian target yang tidak sempurna.

Atmosfer ini akan semakin parah ketika virus tersebut tidak segera di musnahkan. Perlahan tapi pasti rasa malas ini akan menghancurkan segala impian yang sudah ditanamkan dalam diri seorang karywan. Lantas bagaimana musuh yang terlihat sepele namun bisa menjadi bom waktu penghancur karir ini bisa terfaksinasi.

Dalam artikel ini saya akan membahas mengenai beberapa hal yang mengakibatkan seorang karyawan menjadi pemalas atau bermalas-malasan dalam bekerja.

a.         Kelemahan Tekad

Tekad merupakan modal penting dalam tercapainya kinerja yang maksimal. Hal ini didasari oleh niat yang bulat sehingga setiap pekerjaan dan permasalahan yang dihadapi seorang karyawan akan dilewatinya dengat sempurna. Rasa malas yang timbul dalam diri seorang karyawan bisa saja muncul karena tekad dalam dirinya untuk bekerja tidak nampak sehingga menimbulkan ketidakseriusan dalam mengemban setiap obligasi yang diberikan oleh atasan ataupun perusahaan kepadanya. Tekad yang kuat akan menjadi bahan bakar seorang karyawan untuk terus bekerja secara maksimal meskipun dalam beberapa obligasinya dia menemukan beberapa kegagalan. Kegagalan ini akan dipandang sebagai bentuk cerminan diri dan introspeksi untuk memperbaiki kesalahnnya bukan keterpurukan yang berdampak pada timbulnya rasa malas untuk melakukan rutinitasnya.

b.      Rasa Antusias

Tentunya tekad saja tidak cukup untuk melawan rasa malas tetapi harus pula dibarengi dengan kemauan yang tinggi atau kita sebut dengan rasa antusias. Antusias ini akan mengantarkan seorang karyawan menuju titik pencapaian kinerjanya sehingga setiap aktifitasnya tidak akan membosankan.

c.         Fokus

Rasa malas juga seringkali menghampiri seorang karyawan ketika dia tidak fokus dengan apa yang dikerjakannya sehingga berdampak pada target dan pencapaian yang tidak maksimal.

·         Alternative Solution

Smart planning adalah salah satu solusi terbaik dimana karyawan dibentuk dan diarahkan dengan cara membangun impian dengan menstimulasi alam bawah sadar mereka sehingga setiap sesuatu yang dikerjakan menuju pada resultannya. Ini merupakan modal terpenting agar motivasi para karyawan tetap dalam temperatur tinggi dan terjaga. Ketika semangat yang menggebu mulai meradiasi dalam tubuhnya lalu mantapkan tujuannya agar apa yang ia kerjakan bukan hasil dari ambisi yang tidak terkontrol melainkan pencapaian tujuan yang sempurna. Smart Planning ini adalah :

a.         Specifik

Yaitu membangun impian karywan dengan menstimulasi batas impiannya secara jelas dan bukan berandai-andai.

b.         Measurable and meaningpul

Impian tersebut haruslah bernilai dan dapat diukur, yang dimaksud dengan dapat diukur disini yaitu secara materi artinya memiliki nilai jual. Misalnya, dia bekerja keras agar bisa menabung untuk nanti membeli rumah atau kendaraan bukan membeli sesuatuhal yang tidak riil.

c.         Achievable

Impian itu juga harus dapat diraih yang berarti bahwa impiannya bisa diwujudkan bukan bersifat hayalan semata.

d.        Realistic

Stimulan dalam membangun impian memang sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan optimis namun jangan sampai salah memaknai di mana impian yang dibangun adalah realistis atau nyata dan bukan bersifat hayalan.

e.         Time Limit

Supaya impiannya cepat terwujud maka haruslah benar-benar memiliki batas waktu yang ditentukan agar selalu maksimal dalam setiap pekerjaan yang dikerjakannya karena ada hal yang dikejarnya dan harus tercapai pada waktu yang telah ia tetapkan.

·        Conclusion and Advice

Untuk membangun motivasi dan kercayadirian seseorang haruslah dibangun terlebihdahulu impiannya supaya muncul dan tergambar apa saja yang harus ia lakukan untuk mencapai target dan impiannya. Hal ini akan membuat dia semangat dan serius menekuni dan menjalani setiap kegiatannya karena ada yang dituju. Oleh karenanya, perlulah setiap individu memiliki impian secara SMART sehingga menimbulkan stimulan positif yang berimplikasi pada semangat kerja yang tinggi dan terarah dalam tujuannya.

0 komentar:

Poskan Komentar